Laporan Pariwisata Kesehatan dan Wellness ASEAN
Kawasan ASEAN memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi global utama untuk pariwisata wellness holistik. Laporan ini menguraikan visi dan pilar strategis untuk meningkatkan daya saing kawasan, mempromosikan pertumbuhan inklusif, dan memastikan pembangunan berkelanjutan.
Pariwisata kesehatan dan wellness adalah sektor prioritas bagi ASEAN, menawarkan peluang untuk pertumbuhan ekonomi, integrasi regional, dan pembangunan berkelanjutan. Warisan budaya unik, kemampuan medis, dan keindahan alam kawasan membuat ASEAN menjadi destinasi menarik bagi wisatawan wellness.
Visi
"ASEAN: Surga Wellness Holistik Dunia"
Laporan ini menguraikan lima pilar strategis untuk meningkatkan pariwisata kesehatan dan wellness di ASEAN:
1. Kualitas & Akreditasi: Membangun kerangka sertifikasi ASEAN yang terpadu untuk layanan kesehatan dan wellness.
2. Inklusi UMKM: Memberdayakan UMKM, terutama bisnis yang dipimpin oleh wanita dan anak muda, melalui dukungan dan alat digital.
3. Keberlanjutan & Budaya: Mempromosikan praktik pariwisata wellness yang ramah lingkungan dan autentik secara budaya.
4. Integrasi & Mobilitas: Memfasilitasi perjalanan lintas batas dengan Visa Perjalanan Kesehatan ASEAN dan platform digital.
5. Investasi & Branding: Menarik investasi dan membangun merek wellness ASEAN yang terpadu.
Rekomendasi Kebijakan
Laporan ini merekomendasikan beberapa kebijakan untuk meningkatkan pariwisata kesehatan dan wellness di ASEAN, termasuk:
1. Memperkuat koordinasi dan tata kelola ASEAN
2. Menerapkan kerangka akreditasi regional yang terpadu
3. Memfasilitasi perjalanan lintas batas dengan Visa Perjalanan Kesehatan ASEAN
4. Mengembangkan platform digital kesehatan dan wellness regional
5. Maju standar pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif
6. Mempromosikan investasi dan pembangunan infrastruktur
7. Memberdayakan UMKM wellness dan mengintegrasikan rantai nilai
8. Meluncurkan kampanye branding dan pemasaran wellness ASEAN yang terpadu
Peta Jalan Pariwisata Kesehatan Indonesia
Peta Jalan Pariwisata Kesehatan Indonesia selaras dengan Laporan Pariwisata Kesehatan dan Wellness ASEAN. Untuk memanfaatkan ini, Indonesia dapat fokus pada:
1. Kualitas & Akreditasi: Menerapkan kerangka kualitas dan akreditasi nasional yang memenuhi standar internasional.
2. Inklusi UMKM: Memberdayakan bisnis wellness lokal, seperti Jamu dan operator spa, melalui dukungan dan alat digital.
3. Keberlanjutan & Budaya: Mempromosikan penawaran wellness budaya unik Indonesia, seperti Jamu dan spa Bali, sebagai pembeda.
4. Integrasi & Mobilitas: Mengembangkan paket pariwisata kesehatan terintegrasi yang menggabungkan perawatan medis, wellness, dan rekreasi.
5. Investasi & Branding: Menarik investasi pada infrastruktur kesehatan dan mempromosikan merek pariwisata kesehatan Indonesia secara global.
Kolaborasi dengan ASEAN
IHTC Indonesia dapat berkolaborasi dengan ASEAN melalui:
1. Inisiatif pemasaran bersama: Bermitra dengan ASEAN untuk mempromosikan penawaran kesehatan dan wellness Indonesia.
2. Keselarasan akreditasi regional: Mengintegrasikan kerangka akreditasi Indonesia dengan standar regional.
3. Jaringan UMKM: Memfasilitasi koneksi antara UMKM Indonesia dengan mitra regional.
4. Paket pariwisata terintegrasi: Mengembangkan paket kesehatan dan wellness lintas batas dengan mitra ASEAN.
5. Pembangunan kapasitas: Berkolaborasi dengan ASEAN pada program pelatihan dan pembangunan kapasitas.
6. Pencarian investasi regional: Mempromosikan peluang investasi pada infrastruktur kesehatan Indonesia.
Dengan berkolaborasi dengan ASEAN, IHTC dapat meningkatkan potensi pariwisata kesehatan Indonesia dan berkontribusi pada pertumbuhan regional.
Roadmap IHTC
IHTC memiliki visi untuk menjadi destinasi global utama untuk pariwisata kesehatan, dengan layanan kesehatan berkualitas, budaya unik, dan harga yang kompetitif. Misi IHTC adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mengembangkan paket pariwisata kesehatan terintegrasi, memperkuat kerjasama antara penyedia layanan kesehatan dan pariwisata, serta meningkatkan infrastruktur dan sistem layanan.
Tujuan IHTC adalah meningkatkan kunjungan pasien internasional sebesar 20% per tahun, memastikan layanan kesehatan memenuhi standar internasional, serta mempromosikan paket pariwisata kesehatan yang kompetitif. Pilar strategis IHTC meliputi Kualitas & Akreditasi, Infrastruktur, Pemasaran & Promosi, serta Kerjasama & Kemitraan.
Laporan disiapkan oleh:
IHTPB (Indonesia Health Tourism Promotion Board)
WTN Indonesia Chapter (Wellness Tourism Network Indonesia Chapter)
ASPI (Asosiasi Spa Wellness Indonesia)
ASTI (Asosiasi Therapist Indonesia)
Artikel ini dipublikasikan oleh:
IHTPB bekerjasama dengan AWMI, JDNI, FIIM, WTN Indonesia Chapter, dan SPA, Therapist Association ASTI ASPI Wellness & SPA
Penulis:
Dr. Mohammad Asyhadi, S.Kes, S.E, M.Pd.
Posisi dan Peran:
- Ketua Asosiasi Wellness & Terapis Indonesia (ASTI)
- Direktur LSP Spa Nasional PT Global Wahana Tirta (LSPr) berlisensi KAN/BSN
- Wakil Ketua Asosiasi LSP Indonesia (PSPI) di bawah Kadin & BNSP
- Ketua I ASPI Wellness & SPA
Kesimpulan Akhir
Laporan ini menyediakan peta jalan untuk meningkatkan pariwisata kesehatan dan wellness di Indonesia dan ASEAN. Dengan berkolaborasi dengan ASEAN, IHTC dapat meningkatkan potensi pariwisata kesehatan Indonesia dan berkontribusi pada pertumbuhan regional.