BUMKAL OERIP SOEMOHARJO SARDONOHARJO BERSAMA SASJIWA & PT ORI LUNCURKAN “LIVING PHARMACY”
BUMKAL OERIP SOEMOHARJO SARDONOHARJO BERSAMA SASJIWA & PT ORI LUNCURKAN “LIVING PHARMACY”
_Menghidupkan Kembali Jamu sebagai 1300 Year Heritage Traditional Medicine di Koridor Wellness Multi-Desa Jawa_
SLEMAN, DIY – 2 Mei 2026 – Di tengah tren pariwisata global yang bergeser dari “wisata cepat” ke “slow & regenerative travel”, _BumKal Oerip Soemohardjo Sardonoharjo bersama _Sasjiwa Wellness Space_ dan PT Original Herbal Indonesia resmi meluncurkan program _“Living Pharmacy”_.
Program ini didukung _WTN Indonesia Chapter World Tourism Network_ dan _IHTPB Indonesia Health Tourism Promotion Board_ sebagai instrument yang membantu memperkuat konsep dengan standar pelaksanaan yang _complied_ terhadap standar nasional dan internasional.
“Living Pharmacy” memposisikan _Jamu sebagai 1300 year heritage traditional medicine_ Indonesia sebagai pilar pencegahan dan gaya hidup sehat, yang berjalan selaras dengan sistem BPJS Kesehatan, bukan menggantikannya.
Dari Borobudur ke Sardonoharjo: Mengembalikan Makna Jamu
Kata “Jamu” berasal dari Bahasa Jawa Kuno _Jampi_ = doa dan _Usodo_ = ilmu kesehatan. Artinya: pengobatan yang dirapal dengan niat dan kesadaran. Bukti historisnya terukir jelas di relief Candi Borobudur abad ke-8 Masehi, yang menggambarkan masyarakat meramu tanaman obat.
Filosofi inti Jamu yang kini relevan kembali untuk krisis gaya hidup modern:
1. _Aja Kagetan_ – Jangan mudah stres. Stres adalah pintu masuk segala penyakit.
2. _Aja Gumunan_ – Jangan rakus/berlebihan. Konsumsi berlebih mengundang sakit.
3. _Aja Dumeh_ – Jangan mentang-mentang sehat lalu mengabaikan tubuh.
BPJS vs Jamu : Jalan Berlapis, Bukan Jalan Berlawanan
BPJS Kesehatan telah terbukti menjadi jaring pengaman sosial terbaik bangsa untuk penanganan darurat, operasi, dan penyakit katastropik.
Di sisi lain, _Jamu sebagai 1300 year heritage traditional medicine_ memiliki kekuatan di ranah preventif: menjaga imunitas, kualitas tidur, pencernaan, dan kesehatan mental sehari-hari.
“BPJS menjaga kita ketika kita jatuh. Jamu mengajari kita agar tidak mudah jatuh. Dua-duanya adalah warisan bangsa yang harus dirawat bersama,” ujar Cahyo Binarto, Direktur BumKal Oerip Soemohardjo Sardonoharjo, saat ditemui di Kantornya
Tantangan Jamu selama ini: proses lama, dosis tidak pasti, dan belum masuk sistem formularium. “Living Pharmacy” menjawabnya lewat edukasi langsung + standarisasi sederhana berbasis tanaman hidup yang dibina PT Original Herbal Indonesia.
“Living Pharmacy”: Apotek Hidup Tanpa Kapsul
Bertempat di Pendopo Sasjiwa, Desa Sardonoharjo, program ini mengajak wisatawan, pelajar, dan warga untuk mengalami 3 langkah:
1. _Petik Sendiri_ – Memanen langsung kunyit, jahe, temulawak, sereh dari kebun *OHI*
2. _Olah Sendiri_ – Belajar teknik ngulek, merebus, dan menyeduh Jamu sesuai resep warisan Mataram Kuno yang diajarkan _Sasjiwa’s Team_ di _Gerai Artisan Traditional Heritage Medicine District_.
3. _Bawa Pulang_ – Membawa pulang bibit tanaman + “Kartu Resep Warisan” agar apotek pribadi bisa tumbuh di halaman rumah.
PT Original Herbal Indonesia fokus *menanam standarisasi supply produk dan edukasi mutu* agar Jamu harian bisa diseduh siapa saja di dapur rumah. Model ini selaras dengan arah Kementerian Kesehatan dan BRIN dalam pengembangan “Fitofarmaka”.
Peran 5 Pihak: Ekosistem Saling Kunci
1. BumKal Oerip Soemohardjo Sardonoharjo Bermitra dgn para petani yang konsen pada tanaman herbal sebagai bahan jamu temu lawak, kunyit, jahe dll
2. Sasjiwa Wellness Space: Sediakan venue edukasi + _Gerai Artisan Traditional Heritage Medicine District_ sebagai showroom minuman dan kemasan + pilot hub _Sardonoharjo Wellness Corridor_.
3. PT Original Herbal Indonesia/PT ORI: Tanam standarisasi supply, edukasi mutu, off-taker, dan inkubasi produksi pemenang lomba.
4. WTN Indonesia Chapter: Kuatkan konsep desa wisata kesehatan dan hubungkan ke jaringan global.
5. IHTPB Indonesia Health Tourism Promotion Board: Jaga standar pelaksanaan _complied_ terhadap standar nasional-internasional agar Sardonoharjo siap masuk peta wisata kesehatan.
“Kami tidak menjual obat. Kami menjual cara agar orang tidak cepat sakit. Itu kontribusi desa untuk kedaulatan kesehatan nasional,” ujar *Cahyo Binarto*
Ajakan Liputan & Kunjungan
Wartawan, pegiat kesehatan, akademisi, dan komunitas wellness dipersilakan meliput serta merasakan langsung “Living Pharmacy”. Kunjungan media dapat dijadwalkan untuk demo langsung proses meramu Jamu di pendopo.
Kontak Media:
Sasjiwa Wellness Space & BumKal Oerip Soemohardjo Sardonoharjo
WhatsApp: Ryan +62 857-8601-1487
Instagram: @sasjiwa.space
Alamat: Pendopo Sasjiwa, Desa Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, DIY
@Bumdessardonoharjo
Catatan Redaksi:
Rilis ini untuk tujuan edukasi kesehatan tradisional. Untuk kondisi medis darurat dan penyakit berat, masyarakat diimbau tetap berkonsultasi ke dokter dan fasilitas kesehatan BPJS terdekat. Sasjiwa tidak mengklaim Jamu sebagai pengganti obat medis.
Tentang BumKal Oerip Soemohardjo Sardonoharjo
Badan Usaha Milik Kalurahan Oerip Soemohardjo Sardonoharjo adalah BUM Desa yang fokus mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal: pariwisata wellness, pertanian organik, dan produk turunan Jamu.
Tentang Sasjiwa Wellness Space
Sasjiwa adalah ruang Jeda untuk healing berbasis alam di Desa Sardonoharjo. Menggabungkan kearifan lokal Jawa, tanaman obat, dan praktik slow living untuk membantu individu kembali terkoneksi dengan tubuh, alam, dan komunitas.
Tentang PT Original Herbal Indonesia
PT ORI fokus pada standarisasi mutu, supply chain traceable, dan edukasi Jamu harian agar warisan 1300 tahun bisa diakses masyarakat modern.